Tradisi Paskah di Kalimantan Tengah


(c) Tira Maya Maisesa

Sejak dua tahun saya tinggal di Kalimantan Tengah, tentu saja menemukan banyak kebiasaan kebiasaan baru yang unik bagi saya. Budaya baru adalah suatu warna yang mencerahkan seperti pelangi. Mendengar berbagai bahasa, mencermati legenda masyarakat pribumi, berbagi nilai serta tradisi yang beragam dan tarian serta lagu tradisional yang indah. Sangat luar biasa Indonesia ini, beribu kekayaan yang dimilikinya. Dengan melihat keragamannya secara langsung, rasanya jadi bangga jadi orang Indonesia (terlepas peliknya kasus korupsi dan diskriminasi di negara ini :) ).

Tradisi Paskah di Kalimantan Tengah berbeda dengan tempat tinggal saya sebelumnya di Jawa. Selain selalu menyelenggarakan karnaval atau pawai di jalan, mereka punya kebiasaan ziarah ke makam. Ziarah ke makam yang biasa dilakukan banyak orang pada siang hari itu loh. Tetapi tradisi disini berbeda. Pada malam Paskah (Sabtu Suci) orang-orang berbondong-bondong mengunjungi makam keluarga mereka untuk menyalakan lilin dan menaburkan bunga diatas makam. Disitu keluarga berkumpul sepanjang malam hingga subuh. Pada waktu subuh sekitar pukul 5 pagi mereka mengadakan ibadah Paskah didekat makam yang dipasang tenda. Biasanya gereja yang membuat tenda itu untuk ibadah. Tidak heran jika hari Minggu Paskah di jam regular gereja-gereja terutama GKE (Gereja Kalimantan Evangelis) hanya didatangi sedikit jemaat, karena mereka rata-rata sudah ibadah subuh tadi.

Awalnya saya heran dengan tradisi ini. Kuburan yang selama ini nampak sangat angker di malam hari jadi nampak ramai di penuhi cahaya lilin. Mereka tidak berdoa untuk orang yang mati didalam kubur namun hanya saling berbincang dengan keluarga yang masih hidup dan menunggu sampai subuh. Tradisi ini ternyata sebuah akulturasi dari jaman zending (Belanda) sejak abad ke 19 lalu. Saya jadi teringat bahwa wilayah Kalimantan Tengah ini merupakan daerah misionaris dari eropa untuk memberitakan injil kala itu.

Kemudian saya mencoba meresapi apa makna di balik ziarah sampai subuh ini dengan makna Paskah.  Biasanya setiap Paskah kehidupan saya identik dengan telur Paskah. Maknanya yaitu kehidupan atau lahir baru. Paskah memang identik dengan Kematian dan Kehidupan. Sangat Filosofis. Tiba-tiba saya melihat tulisan di depan gerbang makam, di wilayah pekuburan nasrani di Jln. Tjilik Riwut km 2,5 Palangkaraya tertulis jelas “Memento Mori” yang berarti “Ingatlah akan Kematian”. Dalam ajaran nasrani, bagaimanapun orang mati memang tidak ada kaitan lagi dengan yang hidup. Hubungan itu sudah terputus, dan yang hidup tidak diperkenankan mendoakan yang mati apalagi melakukan tindakan pemanggilan roh halus untuk mengenang roh leluhur. Itu dosa namanya. Namun, yang saya pahami dari tradisi ini adalah:

1.    Mengingatkan diri bahwa manusia suatu saat akan mati. Siapapun akan mengalami kematian cepat atau lambat, oleh karena itu manusia diingatkan untuk melakukan perintah Tuhan dan menjadi terang dunia selama hidupnya. “Memento Mori” yang berarti “Ingatlah akan Kematian”.

Makam Mama Ani di Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah

2.    Mengenang kematian Kristus yang bangkit di hari ketiga. Tradisi orang jaman dulu di Yerusalem yang berziarah subuh subuh, Maria Magdalena mendatangi kubur Yesus saat hari masih gelap. “Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat batu telah diambil dari kubur”, Yoh 20:1
Apapun makna dan definisinya, tradisi ini memang sudah melekat sejak jaman dulu. Jika kita diingatkan untuk mengenang kebaikan seseorang yang telah pergi, itu akan meneladani kita supaya berlaku hal yang serupa. Demikian pula kehidupan itu merupakan sebuah persinggahan sementara yang mengantarkan kita kelak menuju gerbang kekal: Surga atau Neraka! SURGAAAAAA…..

About tira

about me? please visit http://about.me/tira
This entry was posted in Culture & Places. Bookmark the permalink.

2 Responses to Tradisi Paskah di Kalimantan Tengah

  1. wesi aji says:

    SEMUA MANUSIA INGIN MASUK SURGA

  2. wesi aji says:

    BHINEKA TUNGGAL IKA
    BERBEDA ,MAJEMUK RUKUN DAN DAMAI DIDALAM PERBEDAAN
    MENJALANKAN TUGAS,FUNGSI DAN KEPERCAYAANNYA MASING MASING

    ****

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s